Buhari Matta Nonaktif Amir Sahaka Pelaksana Bupati Kolaka

Mendagri Menepati janji. Buhari Matta (BM), kini telah dinonaktifkan dari jabatan sebagai bupati Kolaka. Hal itu terjadi setelah   menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Kendari.  Wakil Bupati Kolaka Amir Sahaka  ditunjuk menjadi  pelaksana. Hanya saja, SK nonaktif BM masih dirahasiakan. Rencananya gubernur Sultra akan menyerahkan langsung SK penunjukan Amir Sahaka, 10 April mendatang.
Kabar itu disampaikan  juru bicara Amir Sahaka, Rusman. Menurut dia,  Amir Sahaka sudah menerima kutipan SK penunjukannya sebagai pelaksana sejak  Jumat (5/4) lalu.  “Beliau ditunjuk untuk jangka waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya.

Penyerahan SK Amir Sahaka sejatinya  (Senin, 8/4). Namun diundur, menunggu kesiapan gubernur.

“Rencananya Pak Gubernur  Sultra ke Sulawesi Selatan dulu untuk hadiri pelantikan gubernur Sulsel, Rabunya ke Kolaka membawa SK,” katanya lagi. Hal sama juga ditegaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sultra, Tony Herbiansyah yang saat itu kebetulan berada di Jakarta bersama Amir Sahaka. Ia mengaku menemani Amir Sahaka saat menerima kutipan SK di Kemendagri.

“Pak Amir Sahaka sudah ditunjuk sebagai pelaksana. Saya bersama beliau tadi,” katanya. Sayangnya, Amir Sahaka yang coba dimintai kejelasan, masih tampak malu-malu. Ia tidak mau membenarkan ataupun menepis kabar tersebut. Ia hanya meminta seluruh warga Kolaka menunggu kejutan di hari Rabu.

“Tunggu mi dulu, nanti mi hari Rabu kejelasannya,” katanya ketika ditemui di rujab Wabup Kolaka. “Saat ini saya belum pegang SKnya. Nanti kalau saya sudah pegang, baru jelas. Besok (hari ini) ada radiogram dari Mendagri langsung ke Pemprov tentang penunjukkan pelaksana bupati Kolaka,” tandasnya.

Meski begitu, Amir Sahaka sudah disambut simpatisannya di Bandara Haluoleo Kendari. Ia diarak menuju Kolaka. Di perbatasan Konawe-Kolaka, puluhan massa sudah menunggu konvoi dan ikut bergabung mengantar Amir Sahaka sampai ke Kolaka.

“Terimakasih kepada saudara semua yang telah mengantar dan mengucapkan selamat,” kata Amir Sahaka.

Sejak tahun Juni 2011 lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi sudah mengancang -ancang mengeluarkan  SK Nonaktif BM. Namun molor karena  BM belum menyandang status sebagai terdakwa.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan kala itu tak mau gegabah mengeluarkan  SK penonaktifan.

“Tersangka itu kan baru disangka, suspect, dan belum didakwa atau jadi terdakwa,” kata Djohermansyah Djohan dalam pesan pendeknya kepada wartawan.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh  Kejaksaan Agung RI, sejumlah elemen masyarakat mendesak  Buhari Matta nonaktif sebagai Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kejagung  juga diminta agar segera meproses kasus dugaan korupsi tersebut.

Kejaksaan RI, melalui bidang tindak pidana khusus  menetapkan dua tersangka  dugaan  korupsi nikel kadar rendah, , BM (Bupati Kolaka) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-90/F.2/Fd.1/06/2011, tanggal 30 Juni 2011, dan lalu, ASS (Managing Director PT. Kolaka Mining Internasional) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print 91/F.2/Fd.1/06/2011, tanggal 30 Juni 2011. Katanya, perkembangan sementara atas penyidikan tersebut, telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 22 orang saksi.

“Lalu, ahli keuangan negara sudah dimintai pendapat, dan telah dilakukan pemeriksaan Ahli (BPKP),”sebutnya.

 

Sumber : kendarinews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s