Saatnya Memperbanyak Figur Asal Sulawesi Tenggara Di Kancah Nasional

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam

Gubernur-Sulawesi Tenggara H Nur Alam SE MSi ketika menjadi keynote speaker dalam diskusi publik bertema Strategi Memposisikan Sultra dalam memperkuat Ekonomi dan Politik Nasional yang diselenggarakan Nur Alam Institute di Swissbel Hotel, Kendari

Disadari hingga kini, tak banyak figur asal Sulawesi Tenggara yang berkiprah di kancah politik Nasional.

Dari sisi politik, Sulawesi Tenggara adalah daerah yang paling tidak pernah diperhitungkan sama sekali, baik dari sisi dinamika politik lokal maupun dalam dinamika nasional.

“Begitu bicara politik di kawasan Timur Indonesia, yang paling dihitung adalah Sulsel,”kata Gubernur Sultra, H Nur Alam saat menjadi  keynote speaker dalam Diskusi Publik bertajuk Strategi Memposisikan Sultra dalam Memperkuat Ekonomi dan Politik Nasional, yang digelar Nur Alam Institute di Swisbel Hotel, Selasa (19/2).

Menurut Nur Alam, sampai saat ini hanya ada satu tokoh nasional yang menonjol asal Sultra yaitu Laode Ida, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Bahkan mau ketemu pejabat kementerian setingkat esolon 1 aja, butuh waktu 1 bulan diagendakan sebelumnya,”ungkapnya dengan nada prihatin. ” Nah sekarang bagaimana menciptakan gaung supaya Sultra dihitung dari sisi politik nasional?”tambahnya.

Sementara dari sisi ekonomi, Sultra sesungguhnya sangat potensial. Nur Alam mengungkapkan, potensi emas di Sultra ada 1,125 ton, lalu nikel 26 miliar ton, ataupun aspal yang mencapai 600 juta ton. Lain lagi sawit, coklat, ataupun perikanan.

Hingga kini pertumbuhan ekonomi Sultra mencapai 10 persen diatas rata-rata nasional. “Yang perlu digenjot adalah potensi pertambangan, pertanian dan perikanan. Bagaimana agar bisa sampai ke nasional? Perlu industrialisasi. Kita dirikan industri, jangan lagi kita produksi lalu mengirimkannya dalam bentuk mentahnya,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan ekonom Universitas Haluoleo, Ahmad Firman. Menurutnya, potensi ekonomi Sultra sangat besar.” Dari sisi ini kita bisa masuk dalam kancah nasional sebagai daerah yang harus dihitung dan dipandang, dengan memberikan sumbangan pertumbuhan ekomoni bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ketua Pusat Studi Ekonomi Universitas Haluoleo ini.

Namun demikian baik Firman maupun Salam Rasak (pengamat politik Universitas Haluoleo) menyarankan, perlunya penguatan figur-figur daerah supaya bisa berkiprah di kancah nasional termasuk membantu mengorbitkan mereka.

Sementara, Syahrir Antoni, jurnalis senior asal Sultra yang kini berkiprah di Jakarta mengatakan, sebenarnya figur di Sultra mempunyai potensi untuk berkiprah dikancah politik Nasional, hanya perlu dieksplor sedikit dengan memaksimalkan peran media karena media memiliki peran strategis dalam menggiring opini untuk pencitraan positif,”jelasnya.

Seraya menambahkan, Nur Alam Institute akan berupaya menjadi lembaga think thank untuk mendrive makin banyak pigur daerah yang berkiprah di ranah politik nasional

sumber: sultranews.com (Marwan Azis).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s